Monday, August 25, 2014
MTV VMA: The Top 5 Fashion Sensation
VMA's back!
Siapa yang tidak mengenal ajang penghargaan yang satu ini. Ajang tahunan ini selalu ditunggu oleh penikmat musik di seluruh dunia. Berbeda dengan Grammy Awards, Video Music Awards (VMA) is all about the music videos! Tak hanya itu, ajang ini lebih identik dengan kaum muda, sehingga banyak sensasi yang terjadi selama ajang ini berlangsung.
Dan setiap kita membicarakan sebuah ajang penghargaan, tentu kita tidak bisa tidak membicarakan fashion. Apalagi jika kita membicarakan MTV VMA. Selalu ada penampilan yang sensasional di atas red carpet. Some blown us away and others... just made us raise our eyebrows even higher.
And here are the top 5 fashion sensations at VMA 2014!
1. Amber Rose vs Jennifer Lopez
I'm still wondering what she was wearing? A sultry poncho?! And honestly, I've had enough of seeing her exploiting those gigantic 'twins' of hers. Just make it stop, OKAY?!
Taylor Swift tampil di atas panggung VMA 2014 untuk menyanyikan single terbarunya yang berjudul "Shake It Off" untuk pertama kalinya. And she hit the red carpet in super short rompers! Tidak biasanya Taylor Swift mengenakan pakaian seperti ini di atas red carpet. Anyway, she was killing it! Bravo, Taylor!
Siapa yang tidak mengenal ajang penghargaan yang satu ini. Ajang tahunan ini selalu ditunggu oleh penikmat musik di seluruh dunia. Berbeda dengan Grammy Awards, Video Music Awards (VMA) is all about the music videos! Tak hanya itu, ajang ini lebih identik dengan kaum muda, sehingga banyak sensasi yang terjadi selama ajang ini berlangsung.
Dan setiap kita membicarakan sebuah ajang penghargaan, tentu kita tidak bisa tidak membicarakan fashion. Apalagi jika kita membicarakan MTV VMA. Selalu ada penampilan yang sensasional di atas red carpet. Some blown us away and others... just made us raise our eyebrows even higher.
And here are the top 5 fashion sensations at VMA 2014!
1. Amber Rose vs Jennifer Lopez
Amber Rose (AFP)
Jennifer Lopez (Getty Images)
Kedua musisi ini memang sering membuat sensasi di atas red carpet dengan gaun yang mereka kenakan. Mereka tak segan mengenakan gaun yang eksentrik bahkan terkesan aneh. Dan semalam mereka sama-sama mengenakan pakaian yang menunjukkan lekuk tubuh mereka. So, who shows better curves, then? Amber was giving too much skin for anyone to bear, while J-Lo was successfully pulling that sexy-cut-out dress off. But, regarding her age, this just not really age-appropriate for her. But who cares? As long as you have killer curves and you can manage it not to look... cheap, then you why not taking some fashion risks?
2. Kim Kardashian
Kim Kardashian (Getty Images)
3. Taylor Swift
Taylor Swift (Getty Images)
Taylor Swift tampil di atas panggung VMA 2014 untuk menyanyikan single terbarunya yang berjudul "Shake It Off" untuk pertama kalinya. And she hit the red carpet in super short rompers! Tidak biasanya Taylor Swift mengenakan pakaian seperti ini di atas red carpet. Anyway, she was killing it! Bravo, Taylor!
4. Miley Cyrus
Miley Cyrus (Getty Images)
Seorang Miley Cyrus tentu sudah akrab dengan risky fashion. Ia memang selalu memberikan penampilan yang unik
setiap menghadiri suatu acara. Jadi, semua orang tentu tidak lagi heran
melihat penampilan Miley di red carpet VMA semalam. She wore high waisted leather pants with leather bandeau top. Young and sexy. Nice ensemble, Miley!
5. Adam Levine & Behati Prinsloo
Adam Levine & Behati Prinsloo (Getty Images)
This newlywed just rockin the red carpet! Siapa yang tidak mengenal pasangan ini? Adam dan Bee tampil kompak mengenakan pakaian serba hitam ketika menghadiri ajang tahunan ini. Love 'em!
And...
Here are some of my honorable mentions.
Riff Raff & Katy Perry (Getty Images)
Solange Knowles (AFP)
Nina Dobrev (Getty Images)
Michelle Williams (Getty Images)
Victoria Justice (AP)
Iggy Azalea (Getty Images)
Demi Lovato (Getty Images)
Ariana Grande (Getty Images)
Friday, August 22, 2014
Leonardo DiCaprio vs Jared Leto's Facial Hair
Who Wore It Better?
Well, it seems like beard is trending among the hottest hunks in Hollywood. Yep! They are Leonardo DiCaprio and Jared Leto! So, let's see who does it better.
Leonardo DiCaprio menghadiri sebuah acara di Laguna Beach, California. (Daily Mail)
Leonardo DiCaprio
Belakangan ini, aktor yang dikenal melalui perannya sebagai Jack Dawson di film Titanic ini memang sedang gencar-gencarnya menjadi sorotan paparazzi. Bukan hanya karena prestasi dan kegiatan sosial yang ia lakukan, Leo juga menjadi sorotan karena penampilannya yang terlihat berbeda beberapa bulan terakhir. Aktor yang sedang gencar-gencarnya mengajak dunia untuk melindungi kehidupan bawah laut ini, memang membiarkan janggut dan kumisnya tumbuh menutupi wajahnya selama beberapa bulan terkahir. Kabarnya, ia memang sengaja menumbuhkan janggut dan kumisnya demi perannya di film The Revenant yang akan mulai proses shooting pada akhir tahun ini. Well, you have the reason, Leo. Just make sure you'll cut it off right after the filming, okay?
So, who the winner is? Well, I think less facial hair is much better for them. Just show the world your gorgeous face, guys!
Well, it seems like beard is trending among the hottest hunks in Hollywood. Yep! They are Leonardo DiCaprio and Jared Leto! So, let's see who does it better.
Leonardo DiCaprio menghadiri sebuah acara di Laguna Beach, California. (Daily Mail)
Leonardo DiCaprio
Belakangan ini, aktor yang dikenal melalui perannya sebagai Jack Dawson di film Titanic ini memang sedang gencar-gencarnya menjadi sorotan paparazzi. Bukan hanya karena prestasi dan kegiatan sosial yang ia lakukan, Leo juga menjadi sorotan karena penampilannya yang terlihat berbeda beberapa bulan terakhir. Aktor yang sedang gencar-gencarnya mengajak dunia untuk melindungi kehidupan bawah laut ini, memang membiarkan janggut dan kumisnya tumbuh menutupi wajahnya selama beberapa bulan terkahir. Kabarnya, ia memang sengaja menumbuhkan janggut dan kumisnya demi perannya di film The Revenant yang akan mulai proses shooting pada akhir tahun ini. Well, you have the reason, Leo. Just make sure you'll cut it off right after the filming, okay?
Jared Leto di New York City. (Daily Mail)
Jared Leto
Aktor sekaligus musisi papan atas ini memang sedang berada pada puncak karirnya. Tak hanya sukses mengadakan konser di berbagai negara di seluruh dunia bersama band-nya, Thirty Seconds To Mars, tahun ini juga menjadi tahun yang indah bagi karirnya di dunia akting. Jared berhasil memenangkan berbagai penghargaan, termasuk piala Oscar, berkat penampilannya sebagai perempuan transgender bernama Rayon dalam film Dallas Buyers Club. Ketika menjadi bintang tamu dalam acara The Tonight Show, Jared mengaku kepada Jimmy Fallon bahwa ia telah memanjangkan janggutnya sejak menghadiri Academy Awards pada bulan Maret lalu. Waktu yang cukup lama untuk memanjangkan janggut, huh? Tak heran bila janggutnya terlihat begitu tebal. Ditambah dengan rambut ombre nya, sebetulnya penampilan Jared terlihat sedikit tidak karuan. Untung saja Jimmy Fallon berpendapat sama dan ia berhasil mencukur janggut lebat Jared dihadapan penonton. Well done, Jimmy!
Thursday, July 3, 2014
La Vie Chanel A Porté
La
Vie Chanel A Porté
Siapa
yang tidak mengenal Chanel? Semua
orang khususnya kaum wanita yang mengaku pecinta mode pasti mengenal brand legendaris ini. Ya, Chanel merupakan salah satu fashion brand ternama
yang atelier-nya
pertama
kali berdiri pada tahun 1909 di Paris, Prancis. Lalu, siapakah pencetus brand ini? Let’s find out and pay some respect to this fabulous woman!
Ia bernama Gabrielle Bonheur Chanel,
seorang perempuan yang terkenal dengan sifat rebellious-nya, khususnya dalam hal berpakaian. Chanel lahir di
Saumur, Prancis pada tanggal 19 Agustus 1883. Sebagai seorang perempuan yang
hidup pada masa Belle Époque (Beautiful Era), yang berlangsung dari
akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 (sebelum Perang Dunia I) di Prancis,
Chanel mau tidak mau harus mengikuti gaya berbusana perempuan Prancis di masa
itu. Korset, kurung kayu/ besi (crinoline)
merupakan beberapa elemen wajib bagi para perempuan Prancis di masa itu.
Anggapan bahwa tubuh yang berbentuk jam pasir merupakan bentuk tubuh yang
paling indah menjadi alasan mengapa perempuan-perempuan Prancis di masa itu
rela mengenakan korset dan kurung kayu atau besi pada bagian bawah rok mereka.
Kedua benda ini memang memberikan lekuk tubuh bagaikan jam pasir bagi para
pemakainya. Akan tetapi, kedua benda ini juga luar biasa menyakitkan dan
menyiksa jika dipakai secara terus menerus. But,
no pain no gain, right? Dan itulah sebabnya perempuan-perempuan Prancis di
masa itu tetap rela menyiksa dirinya demi terlihat cantik.
Selama hidupnya Chanel tidak pernah benar-benar menyukai gaya berpakaian perempuan pada masanya. Ia menganggap bahwa cara berpakaian seperti itu hanya menyiksa sekaligus mempersempit ruang gerak pemakainya. Oleh karena itu, sejak dulu Chanel selalu mengenakan pakaian yang berbeda dari perempuan-perempuan Prancis lainnya. Chanel sempat tinggal di sebuah biara yang juga merangkap panti asuhan di Aubezine setelah ibunya meninggal dunia. Di sana, ia belajar menjahit dan pengalaman itu memberinya inspirasi untuk mendirikan merk dagangnya sendiri. Simplicity dan comfort merupakan hal terpenting bagi Chanel dalam hal berpakaian. Dalam film biopic karya Anne Fontaine yang berjudul Coco Avant Chanel diperlihatkan bagaimana ‘pemberontakan’ Chanel terhadap dunia mode pada masa itu. Ia tidak ragu untuk mengenakan pakaian pria, seperti setelan jas ketika bersosialisasi dengan perempuan-perempuan Prancis lain.
Sejak awal kemunculannya, Chanel
dengan tegas menolak segala bentuk pakaian yang dikenakan oleh perempuan
Prancis pada masa itu. Hal itu terlihat dari cara berpakaiannya yang sangat
sederhana, berani mengenakan celana, dan berani mengenakan pakaian laki-laki.
Tak hanya itu, Chanel juga berani memotong rambutnya seperti laki-laki. Pada
awalnya, banyak kaum perempuan yang menganggap bahwa Chanel merupakan perempuan
yang ‘aneh’ karena tidak suka berpakaian
seperti perempuan pada umumnya. Hal tersebut tercermin dalam hasil rancangan
Chanel yang begitu sederhana, tidak menggunakan bahan-bahan yang mahal dan
menyiksa dan tetap mengutamakan kenyamanan pemakainya. Rancangan Chanel juga
tidak melibatkan aksesoris yang berlebihan.
Akan tetapi, semua pandangan negatif
mengenai Chanel berubah ketika PD I meletus. Sejak saat itu, karir Chanel
justru semakin melambung karena hasil rancangannya semakin diminati oleh
perempuan Prancis yang mulai menyadari pentingnya mengenakan pakaian yang
nyaman. Chanel tidak ragu untuk menggunakan kemeja bahkan celana dalam
rancangannya. Baginya, kenyamanan adalah hal yang terpenting dalam berbusana.
Pengaruh Chanel dalam dunia mode tidak hanya bertkaitan dengan rancangannya yang diminati oleh banyak perempuan Prancis di masa itu. Gaya rambut Chanel juga begitu diminati oleh hampir seluruh perempuan Prancis dari berbagai kalangan. Rambut pendeknya tak hanya menjadi ciri khas Chanel, namun juga menjadi simbol kebebasan bagi perempuan Prancis. Hal ini menjadikan Chanel sebagai simbol pergerakkan perempuan Prancis yang mulai menyadari hak mereka untuk bebas dan menjadi sosok atau kaum yang tangguh dan independen.
Gambar di samping merupakan sosok Chanel di masa mudanya. Terlihat bahwa Chanel tidak seperti perempuan pada umumnya. Ia berambut pendek seperti laki-laki, dan hanya mengenakan celana dan kaos berlengan panjang. Chanel merupakan perancang yang mempopulerkan gaya berpakaian yang disebut garçonnier atau seperti laki-laki. Hal ini disebabkan oleh seringnya Chanel menggunakan celana dan kain-kain yang biasa digunakan sebagai bahan pembuat pakaian pria, seperti kain jersey, dalam rancangannya.
Chanel juga gemar merancang gaun
malam. Akan tetapi, gaun malam yang ia rancang tetap ia sesuaikan dengan
kepribadiannya yang sederhana dan tidak menyiksa. Chanel juga merupakan
perancang yang pertama kali mempopulerkan busana yang biasa disebut LBD atau little black dress.
Kehidupan masyarakat Prancis, terutama kaum perempuan, terus mengalami perubahan sejak PD I meletus pada tahun 1914. Perempuan Prancis menjadi terbiasa dengan kesibukan sebagai seorang perempuan yang memiliki pekerjaan di luar rumah. Mereka mulai menyadari akan pentingnya bekerja. Mereka juga mulai menyadari hak mereka sebagai manusia yang bebas. Hal ini tercermin dalam berbagai hal, salah satunya adalah cara berpakaian perempuan pada masa itu yang mulai berani mengenakan pakaian yang jauh lebih sederhana, tidak menyiksa, dan mereka juga berani memangkas rambutnya. Hal ini merupakan simbol kebebasan perempuan Prancis di masa itu.
Hingga pada tahun 1920, yaitu pada
masa setelah PD I benar-benar berakhir, seluruh perempuan Prancis telah ‘resmi’
meninggalkan gaya berpakaian lama mereka yang begitu rumit, mahal, dan
menyiksa, dan menggantinya dengan model pakaian yang jauh lebih sederhana dan
nyaman. Perubahan ini dapat diasosiasikan dengan cara berpikir perempuan
Prancis yang mulai berubah, yakni ingin bebas dan mandiri seiring dengan
meningkatnya aktivitas sehari-hari mereka sebagai perempuan yang bekerja.
Gambar di samping merupakan contoh ilustrasi gaun malam hasil rancangan Chanel. Gaun malam tersebut terlihat sederhana. Tidak terlihat adanya penggunaan korset atau crinoline yang menyiksa. Potongan gaun-gaun di samping juga terlihat lose, tidak membentuk siluet pemakainya serta terbuka di bagian dada. Hal ini menjadi ciri khas Chanel bahkan hingga kini. Selain itu, rambut perempuan-perempuan di gambar tesebut juga berpotongan pendek layaknya laki-laki dan ditambah dengan aksesoris sederhana seperti pengikat kepala. Aksesoris pengikat kepala tersebut memang menjadi trend aksesoris pada masa itu.
Tidak hanya itu, Chanel juga sangat
menyukai parfum. Ia bahkan mengatakan “une
femme sans parfum est une femme
sans avenir” yang berarti perempuan tanpa parfum adalah perempuan tanpa
masa depan. Kecintaannya terhadap parfum ini lah yang memberikannya inspirasi
untuk mengeluarkan sebuah produk parfum. Hingga pada tahun 1921, dengan bantuan
ahli parfum bernama Ernest Beaux, Chanel mengeluarkan sebuah produk parfum yang begitu terkenal bahkan
hingga detik ini. Parfum itu dinamakan Chanel no 5. Ketenaran parfum
ini sudah tak diragukan lagi. Mulai dari Marylin Monroe hingga Victoria
Beckham, menyukai parfum ini. Parfum ini memadukan aroma beragam jenis bunga
seperti melati, lili, mawar, iris, kenanga
dengan aroma kayu wangi dan cendana serta aroma vanilla. Dengan melihat
komposisinya saja, kita sudah dapat melihat betapa uniknya parfum ini. Tak
heran jika hingga kini, para fashionista,
khususnya para pecinta parfum, masih senantiasa memburu parfum ini.
Berdasarkan review singkat di atas, kita dapat melihat bagaimana seorang
Gabrielle Bonheur Chanel mampu mengubah dunia dengan ketangguhan dan
dedikasinya sebagai salah satu designer
wanita yang terbaik yang pernah dimiliki dunia ini. Ia tidak hanya berhasil
mengubah dunia mode, dan dunia wanita secara keseluruhan, tetapi Ia juga
berhasil mengubah pandangan dunia tentang wanita.
Wednesday, July 2, 2014
The Road Trip
Labels:
Converse,
fashion,
Kate Spade,
Nasty Gal,
polyvore,
Sole Society,
style,
Sundry,
VILA
The Road Trip
Labels:
Converse,
fashion,
Kate Spade,
Nasty Gal,
Polaroid,
polyvore,
roadtrip,
Sole Society,
style,
Sundry,
VILA
Subscribe to:
Posts (Atom)

















